“Melangkah Tenang” mengisahkan Citta, saudari kembar Bodhi, yang mendadak muntah-muntah setiap kali latihan bernyanyi. Bukan karena sakit, tetapi karena bayangan dirinya gagal tampil saat perayaan sekolah membuat perutnya mual dan kepalanya pusing. Padahal semua orang tahu: Citta punya suara yang indah.
Menjelang hari penampilan, rasa takut Citta semakin kuat. Semakin ia membayangkan panggung dan sorotan mata banyak orang, semakin tubuhnya menolak. Apa yang sebenarnya membuat Citta begitu takut? Dan mampukah ia mengatasi kecemasan yang membuatnya hampir menyerah sebelum mencoba?
Dengan gambar yang menyentuh hati, “Melangkah Tenang” mengajak pembaca—baik anak maupun orang tua—memahami cara meregulasi emosi dan pentingnya dukungan orang dewasa dalam proses itu. Kisah ini menampilkan bagaimana kehadiran guru, orang tua, serta lingkungan yang aman dapat membantu anak mengakses bantuan, merasa didukung, dan akhirnya menemukan keberanian untuk melangkah tenang. buku ini dilengkapi dengan lembar praktik untuk membantu anak mengelola emosi yang dapat diwarnai dan dihapus.
Detail
|
|






Ulasan
Belum ada ulasan.